ARTIKEL PENGARUH PUPUK KALIUM TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS TANAMAN TOMAT




ARTIKEL
PENGARUH PUPUK KALIUM TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS TANAMAN TOMAT










DISUSUN OLEH:

Wardatus Sholehah              (21701032092)
Zuhrufi Indana Husna         (21701032082)
Siti Aisyah Komala               (21701032075)
Abdul Barry Masianor         (21701032091)
Muhammad Rojabi Toyalisi (21701032069)




PENGARUH PUPUK KALIUM TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS TANAMAN TOMAT
            Tomat tergolong dalam tanaman sayuran yaitu family Solanaceae. Tanaman tomat banyak ditanam di dataran tinggi dataran sedang dan dataran rendah. Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 3-4 bulan (Surtinah, 2007). Tanaman tomat dapat ditanam sepanjang tahun (kartka,2015). Tanama tomat bisa hidup di dataran tinggi, medium dan rendah, namun tomat tidak bisa hidup di tanah yang basah dan tempat yang bercurah hujan tinggi.
            Buah tomat adalah komoditas multiguna yang dapat digunakan sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, penambah nafsu makan (kaya akan mineral), minuman, bahan pewarna makanan, bahkan dapat dijadikan sebagai bahan kosmetik dan obat-obatan (marliah, 2012).
            Produktivitas tomat di Indonesia masih tergolong rendah. Menurut data BPS (2010) bahwa produktivitas tomat baru mencapai 14,58 ton ha-1 pada tahun 2010, apabila dibandingkan dengan negara- Jurnal Agrista Vol. 16 No. 3, 2012 123 negara lainnya seperti USA telah mencapai 69,41 ton ha-1 pada tahun 2002 (Adiyoga et al. 2004) . Salah satu faktor rendahnya produktivitas tomat disebabkan penggunaan varietas kurang sesuai. Pada umumnya tanaman tomat tumbuh baik pada ketinggian 600-900 m di atas permukaan laut. Oleh sebab itu dalam budidaya tomat perlu pemilihan varietas tomat yang cocok untuk ditanam di dataran rendah (Purwati & Khairunisa 2007). Pengembangan varietas tomat di dataran rendah mengalami hambatan karena tidak tahan terhadap temperatur tinggi dan adanya penyakit layu bakteri (Nurita. 2004).
            Menurut Pantastico (1997), sebagian besar perubahan fisikokimia buah pascapanen berhubungan dengan respirasi seperti proses pematangan, pembentukan aroma dan kemanisan, pelunakan daging buah dan penurunan nilai mutu. Sebagai buah klimaterik, kenaikan pola respirasi buah tomat dapat digunakan sebagai acuan untuk waktu simpan dan pematangan. Respirasi erat kaitannya dengan suhu lingkungan penyimpanan, dengan demikian produsen buah tomat dapat memperkirakan batas toleransi penyimpanan yang tepat agar buah tomat seragam dan berada dalam karakteristik mutu yang baik. Panen buah tomat ketika masih muda pada kondisi tomat belum mencapai tingkat matang hijau menyebabkan buah menjadi layu, mengurangi bobot buah serta tidak tahan lama dalam penyimpanan dan transportasi. Sebaliknya bila panen dilakukan saat buah tomat telah matang penuh dapat memperpendek lama penyimpanan dan menurunkan kualitas. Trenggono dan Sutardi (1990) pengaruh lama penyimpanan terhadap kandungan vitamin C tidak berbeda nyata, akan tetapi cenderung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena tertundanya penguapan air yang menyebabkan slruklur sel yang sernula uluh menjadi layu. Dimana enzim askorbal oksidase tidak dibebaskan oleh sel sehingga tidak mampu mengoksidasi vitamin C lebih lanjut menjadi senyawa yang tidak mempunyai aktivitas vitamin C lagi. Tetapi apabila sel mengalami kelayuan enzim askorbat oksidase akan dibebaskan dengan cara kontak langsung dengan asam askorbat sehingga vitamin C mengalami kerusakan (Gaman dan Senngton, 1992 dalam Budi Santoso, 2010).
            Pemberian pupuk terhadap tanaman akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kualitas pada tanaman. Pemupukan biasanya menggunakan pupuk nitrogen (N), pupuk ini berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan dan memberi warna hijau pada daun. Pupuk fosfat (P), pupuk ini befungsi untuk mengatasi kekurangan nutrisi pada tanaman. Pupuk kalium (K), pupuk ini berfungsi meningkatkan kualitas buah. Pupuk kalsium (Ca), pupuk ini berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman . Pupuk magnesium (Mg), pupuk ini berfungsi sebagai aktivator dalam transportasi energi beberapa enzim dalam tanaman. Pupuk sulfur (S), pupuk ini berfungsi untuk membantu pembentukan zat hijau daun, penyusunan protein dan vitamin.
            Pupuk yang berpengaruh pada kualitas tomat yakni pupuk kalium (K) dimana pupuk ini berfungsi sebagai meningkatkan kualitas buah, dan fungsi pupuk  Kalium lainnya yaitu  membentuk dan mengangkut karbohidrat, sebagai katalisator dalam pembentukan protein, mengatur kegiatan berbagai unsur mineral, menetralkan reaksi dalam sel terutama dari asam organik, menaikan pertumbuhan jaringan meristem, mengatur pergerakan stomata, memperkuat tegaknya batang sehingga tanaman tidak mudah roboh, mengaktifkan enzim baik langsung maupun tidak langsung, meningkatkan kadar karbohidrat dan gula dalam buah, biji tanaman menjadi lebih berisi dan padat,meningkatkan kualitas buah karena bentuk, kadar, dan warna yang lebih baik, membuat tanaman menjadi lebih tahan terhadap hama dan penyakit serta membantu perkembangan akar tanaman (arum, 2014).
            Rosyidah (2016) mengatakan bahwa peningkatan pupuk KCl dari 75 kg Ha-1 sampai 300 kg Ha-1 dapat menurunkan tingkat serangan layu Ralstonia solanacearum pada tanaman Tomat sebesar 38,03% - 64,84%, %, meningkatkan lignin akar 9,92%, serapan kalium 17,17%. Peningkatan dosis kalium secara nyata dapat meningkatkan kandungan klorofil daun, mempercepat umur berbunga, meningkatkan jumlah bunga dan mempercepat umur panen dibandingkan kontrol. Dosis pupuk KCl yang optimal dicapai pada dosis 225 kg Ha-1. Penelitian lebih lanjut, Rosyidah (2017) bahwa peningkatan pemberian pupuk KCl dari 75 kg Ha-1 sampai 300 kg ha -1 memberikan hasil persentase fruit set yang tidak nyata, namun dapat meningkatkan hasil dan kualitas tomat varietas Lentana, yang meliputi: jumlah buah tomat saat panen, bobot buah, kadar vitamin C, kekerasan buah dan total padatan terlarut dibandingkan kontrol. Dosis pupuk KCl yang optimal dicapai pada dosis 225,73 kg ha-1 dan hasil buah tomat maksimum 836,876 g.
            Hasil penelitian (sumarwonto dkk, 2011) Terdapat interaksi nyata antara perlakuan berbagai komposisi media dengan dosis pupuk K terhadap parameter pertumbuhan khususnya bobot kering tanaman dan hasil khususnya pada diameter dan tebal buah. Sebagai tambahan informasi, bahwa kandungan vitamin C tertinggi dicapai pada M2D3, kandungan gula dicapai pada M2D2, dan rasa buah yang enak dicapai pada perlakuan M1D1, M2D3, M3D2, dan M3D3. Pada perlakuan faktor tunggal, media M-2 (tanah; pupuk kotoran kambing:pasir = 2:1:1) memberikan hasil paling baik pada pertumbuhan berupa tinggi tanaman, waktu berbunga, dan waktu panen relatif lebih cepat, sedangkan dosis pupuk K tidak berpengaruh nyata. Pada parameter hasil, perlakuan komposisi media tidak berpengaruh nyata, sedangkan dosik pupuk K terbaik dicapai pada D-3 (dosis 3,75 g per tanaman).
           



Daftar Pustaka
Kartika, Ela., Ramal Yusuf., Abd Syakur. 2015. Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Pada Berbagai Persentase Naungan. Jurnal e-J. Agrotekbis. 3 (6) : 717- 724.
Marliyah, Ainun., Mardhiah Hayati., Indra Muliansyah. 2012. Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa VarietasTomat (Lycopersicum esculentum L.). Jurnal Agrista. 16 (3) : 122-128
Saiduna., Oktap Ramlan Madkar. 2013.  Pengaruh Suhu dan Tingkat Kematangan Buah terhadap Mutu dan Lama Simpan Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Jurnal Agroswagati.1 (1):44-50.
Arum, Dimas. 2014. Fungsi kalium bagi tanaman. http://kopenbumilestari45.blogspot.co.id/2014/11/fungsi-kalium-bagi-tanaman.html. diakses pada 18 januari 2018.
Rosyidah, Anis. 2016. Respon Pemberian Pupuk Kalium Terhadap Ketahanan Penyakit Layu Bakteri Dan Karakter Agronomi Pada Tomat (Solanum lycopersicum L.). Jurnal Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Unikama : 147-152.
Rosyidah, Anis. 2017. Hasil Dan Kualitas Tomat (Lycopersicum esculentum L.) Pada Berbagai Pemberian Pupuk Kalium. Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM - Universitas Kanjuruhan Malang : 140-144
Sumarwonto.,  Mahalia Dwita Budiastuti., Maryana. 2011. Peran Komposisi Media Tanam Dan Pupuk Kalium Dalam Peningkatan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Jurnal J. Agroland 18 (3) : 169 – 177.



Komentar